JARINGAN 4G dan FIBER OPTIK
JARINGAN 4G
- LTE menggunakan Orthogonal Frequency Division
Mutiplexing (OFDM) yang mentransmisikan data melaului banyak operator
spektrum radio yang masing-masing sebesar 180 kHz.
- Kapasitas yang terdapat pada jaringan 4G LTE
tergolong tinggi sehingga proses pertukaran data mempunyai kecepatan
tingkat tinggi juga. Dengan kata lain, untuk proses downlink akan mencapai
kecepatan hingga 300 Mbps sedangkan untuk proses Uplink dapat mencapai
keceparan hingga 75 Mbps.
- Mendukung gelombang frekuensi yang saat ini
digunakan oleh sistem IMT dan ITU-R
- Untuk di perkotaan, frekuensi band yang lebih
tinggi dan digunakan untuk mendukung kecepatan tinggi mobile broadband
- Mendukung MBSFN (Multicast Broadcast Single
Frequency Network)
- Peningkatan dukungan mobilitas tinggi
- Kualitas pertukaran data yang mencangkup
pengiriman maupun penerimaan akan mencapai kestabilan ynag memadai.
- Bandwidt yang
terdapat pada jaringan 4G ini tentunya juga besar hingga 20 Mhz.
- Biaya untuk infrastruktur jaringan baru realtif mahal.
- Jaringan harus diperbaharui maka peralatan baru harus diinstal.
- LTE menggunakan MIMO (Multiple Input Multiple Output), tentunya memerlukan antena tambahan pada pancaran pangakalan jaringan untuk transmisi data.
- Sebagai akibatnya jika terjadi pembaharuan jaringan maka pengguna perlu membeli mobile device baru agar dapat menikmati jaringan yang mendukung teknologi LTE.
- Kabel jaringan fiber optik dapat beroperasi dengan kecepatan yang sangat tinggi dalam membawa informasi atau data, bahkan lebih tinggi dibanding kabel jaringan Coaxial ataupun kabel Twisted Pair. Kecepatan transfer data-nya bahkan dapat mencapai 1000 mbps.
- Sinyal degradasi lebih kecil,tidak terpengaruh pada gelombang elektromagnetik dan frekuensi radio Karena terbuat dari kaca dan plastik murni.
- Ukurannya kecil, ringan, Lebih tipis dan Fleksibel.: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga sehingga memudahkan suplai dan pemasangan.
- Murah jika membandingkannya dengan banyaknya daya transmisi dari kabel tembaga Kapasitas lebih besar.
- Serat optik aman, Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.
- Harga kabel jaringan fiber optik masih terlalu mahal, terutama jika dibandingkan dengan kabel jaringan lainnya seperti kabel UTP yang terkenal murah meriah.
- Dalam proses instalasi kabel jaringa fiber optik diperlukan beberapa alat khusus berupa perangkat elektronik yang untuk saat ini memang masih sangat mahal. Alhasil tidak semua orang bisa ataupun mau menggunakan kabel ini sebagai media pendukung dalam instalasi sebuah jaringan komputer.
- Dalam proses pengiriman sinyal, karena harus dilakukan perubahan sinyal listrik ke sinyal optik terlebih dahulu maka kabel jaringan fiber optik menunut adanya sumber cahaya yang kuat untuk melakukan pen-sinyalan seperti alat pembangkit listrik eksternal.
- Jika rusak, perbaikan instalasi kabel jaringan fiber optik yang kompleks memerlukan tenaga yang ahli di bidang ini.
- Kabel jaringan fiber optik ditakutkan bisa menyerap hidrogen sehingga dapat menyebabkan loss data.
- Mengingat kabel jaringan fiber optik menggunakan gelombang cahaya untuk mentransmisikan data, maka kabel jaringan jenis ini tidak dapat diinstal dalam jalur yang berbelok secara tajam atau menyudut. Jika terpaksa harus berbelok, maka harus dibuat belokan yang melengkung














